Lestari Peduli, Cerita Berbagi Kami di Bulan Ramadhan

Lestari Peduli, Cerita Berbagi Kami di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan 2020 kemarin, kami mendapat kesempatan berbagi paket sembako dengan warga Cireundeu di Yayasan Lestari Peduli Indonesia untuk mereka yang terkena PHK dan dirumahkan tanpa gaji di masa pandemi COVID-19.

  • Lestari Peduli, Cerita Berbagi Kami di Bulan Ramadhan

    Pembagian Paket Sembako oleh Tim Food for All

  • Pendataan Beneficiaries

  • Bersama Bu Titi, Pendiri Yayasan Lestari Peduli Indonesia

Food for All merupakan sebuah kolaborasi pengerjaan sosial yang digagas oleh komunitas Sdekah Buku Indonesia dan Teman Tanpa Batas bersama sejumlah professional. Food for All berfokus memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada para pekerja yang terdampak PHK dan dirumahkan tanpa gaji. Dan Food for All sendiri hadir sebagai bentuk kepedulian akan dampak dari COVID-19 terhadap para pekerja.

Tim Food for All hadir di lokasi pembagian paket sembako pukul 7.30 pagi pada Sabtu, 23 Mei 2020. Persisnya di Yayasan Lestari Peduli Indonesia. Selama tiga puluh menit kemudian, kami sibuk mengangkat meja kursi, mengangkut sembako dari kendaraan, dan menyusun alur pengambilan sembako. Kami bersyukur ada bantuan dari Pak Toni, seorang penjaga Klinik Physio Center di Lestari Peduli, sehingga dalam kurun waktu setengah jam kegiatan berberes ini sudah dapat rampung. Beneficiaries pertama kami datang 5 menit kemudian.

Alur pembagian sembako kami susun ke dalam 3 loket. Loket pertama adalah pengumpulan kupon. Ibu Titi sendiri yang menjadi pengumpul kuponnya. Beliau sekaligus menjadi verifikator bahwa benar orang-orang yang datang pada pagi hari itu adalah mereka yang membutuhkan. Loket kedua adalah pengisian data diri dan penyerahan paket sembako. Beneficiaries diminta untuk menandatangani formulir absensi sebelum paket sembako diserahkan. Loket ketiga adalah pengambilan foto. Dokumentasi per orang per sembako adalah syarat yang diwajibkan oleh supplier kami, Food Cycle Indonesia.

Yayasan Lestari Peduli Indonesia

Untuk menghindari penumpukkan di dalam ruangan, kami mendesain agar pembagian sembako dilakukan kepada satu orang per satu waktu. Risiko yang timbul dari konsep tersebut adalah munculnya penumpukan antrian di luar ruangan. Untungnya, Bu Titi sudah menginformasikan kepada beneficiaries bahwa pembagian paket sembako akan dilakukan per kloter. Setiap kloter terdiri dari 5 beneficiaries. Bu Titi sudah membagi kloter-kloter tersebut ke dalam jadwal pengambilan paket sembako dengan jarak 30 menit sekali. Kami juga dibantu oleh Pak RT dan Bu RT dalam menertibkan antrian beneficiaries. Pak RT dan Bu RT ini sangat bersemangat dalam mengedukasi warga supaya tetap di dalam rumah, memakai masker, dan rajin cuci tangan.

Secara keseluruhan, kegiatan pembagian sembako di Klinik Physio Center milik Lestari Peduli berjalan sukses. Kesuksesan ini tidak luput dari bantuan Food Cycle Indonesia yang bersedia menyiapkan paket sembako, bantuan Ibu Titi yang berkenan meminjamkan kliniknya sebagai tempat pembagian paket sembako, bantuan Pak Toni dalam mempersiapkan ruangan, dan bantuan Pak RT dan Bu RT dalam menertibkan warga. Penulis sendiri kaget bahwa kegiatan ini berjalan tanpa ada halangan berarti. Padahal, tim Food for All hanya punya waktu 3 hari untuk mempersiapkan pembagian sembako ini sejak membuat kesepakatan dengan tim Food Cycle Indonesia.

Kami berangkat dari keinginan yang tulus untuk membantu sesama. Mungkin bantuan yang kami salurkan tidak seberapa, namun kami yakin bantuan sekecil apa pun penting diberikan dalam kondisi wabah seperti sekarang. Dan sesuai kata pepatah, if it’s important for you, you will find a way.

Muhammad Raihan Fuad
Volunteer JABODETABEK
Sedekah Buku Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *